Perangkat Keras dan Lunak Keamanan Jaringan
Semakin kompleks
dan besar suatu jaringan komputer maka cenderung akan semakin rumit pula
permasalahan yang timbul dalam hal keamanan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan
jaringan yang sifatnya rutin dan berkelanjutan. Beragam perangkat bantu untuk
hal ini baik perangkat lunak atau keras tersedia untuk mendukung proses
monitoring dan evaluasi keamanan jaringan.
Suatu aktivitas
jaringan komputer dan telekomunikasi akan terpengaruh dengan adanya suatu kegiatan
yang berdampak pada sistem keamanan secara umum. Beberapa kegiatan yang sering dilakukan
pada jaringan antara lain :
Sniffing
Sniffer adalah suatu perangkat ,
berupa perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan untuk memperoleh
informasi pada suatu jaringan komputer. Sniffer dapat membuat NIC (Network
Interface Card), dan bekerja dengan mode promiscuous sehingga dapat menangkap
semua traffic dalam jaringan. Mode promiscuous adalah mode di mana semua
workstation pada jaringan komputer memantau trafik lain. Keberadaan sniffer di
dalam jaringan sulit dideteksi karena sniffer tidak meninggalkan jejak pada
system.
Probing
Adalah kegiatan mengakses ke dalam
suatu sistem oleh pihak yang tidak mempunyai otorisasi, dengan maksud untuk
menemukan informasi tentang sistem tersebut. Teknik ini bertujuan untuk
mengetahui apakah sebuah target sedang dalam kondisi aktif atau tidak.
Scanning
Scanning adalah kegiatan menggunakan tool secara otomatis dapat mengetahui port-port yang terbuka pada host lokal maupun host remote pada sebuah target IP address yang diketaahui sedang aktif.
Kegiatan
– kegiatan tersebut di atas pada dasarnya merupakan aktifitas harian oleh Admin
jaringan untuk memantau kondisi internal jaringan yang ditanganinya. Jika
ternyata ada masalah maka dengan segera dapat diperbaiki dan difungsikan
kembali. Namun ternyata tool-tool tersebut dimanfaatkan secara salah oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan terhadap suatu target.
Dengan ini maka benarlah ungkapan “the Man behind the Gun” … sebuah alat akan
ditentukan fungsinya oleh orang yang menggunakannya.
Diantara bentuk penyalahgunaan
tersebut antara lain :
Denial Of Service (Dos)
Adalah gangguan yang timbul antara
lain karena :
- Jaringan dalam hal ini server dibanjiri trafiknya sehingga kinerjanya lambat atau bahkan mati.
- Ada virus yang melakukan duplikasi dan menyebar.
- Adanya kerusakan perangkat pelindung,contoh firewall.
Malicious Code
Ini adalah suatu program yang
menyebabkan sesuatu kerusakan atau kehilangan data.Trojan horse, virus, dan
worm dapat dikatagorikan sebagai malicious code yang umumnya disertakan dalam
suatu file atau program.
Gangguan keamanan di atas sebenarnya
adalah suatu efek samping dari penggunaan perangkat (tool), yang mulanya
ditujukan untuk menilai kinerja dari trafik jaringan.
Berikut terdapat diagram dimana terlihat bahwa untuk tiap tahapan perkembangan perangkat keamanan pada suatu era disertai dengan serangan keamanan terhadap jaringan, ibarat pisau satu sisi bermanfaat di sisi lain berbahaya.
A. Perangkat Keras
Pada suatu jaringan komputer selain perangkat komputer terdapat perangkat
lain seperti:
- Hub & Switch
Berfungsi sebagai titik akses yang terhubung satu
sama lain dengan topologi tertentu
- Firewall
Jaringan komputer dengan firewall sangat ketat mengendalikan akses antar
sistem Pada dasarnya firewall berbeda dengan router, karena berfungsi untuk
membatasi akses atau bahkan menutup akses dari sebuah sumber ke target.
Firewall digunakan untuk memisahkan jaringan, sebaiknya tidak digunakan untuk
memisahkan seluruh jaringan internal dari jaringan luar.
Dipakai firewall internal untuk memisahkan beberapa bagian dari jaringan
internal yang sensitive terhadap jaringan nonsensitif dan jaringan luar.
Sedangkan firewall external memisahkan antara jaringan non sensitif dengan
jaringan luar Penggunaan firewall membuat tidak semua paket jaringan luar dapat
masuk langsung Semua hubungan harus dilakukan melalui mesin firewall.Oleh sebab
itu sistem keamanan di mesin firewall harus sangat ketat. Mekanismenya tidak
semua mesin sisem keamananya ketat tetapi hanya satu saja.
- Router
Router yang mempunyai fasilitas keamanan seperti firewall, disebut
‘secure router’ atau ‘secure gateway’. Routers melakukan pengiriman indirect IP
datagram yang bekerja dengan menggunakan tabel routing. Dalam hal ini ada tiga
kemungkinan tindakan terhadap datagram
IP :
o Dikirimkan langsung ke ke destination host.
o Dikirimkan ke router berikutnya
o Dikirimkan ke default router.
o Routers bekerja pada Layer 3.
B. Perangkat Lunak
a. Analisis Keamanan Jaringan Komputer
Penggunaan perangkat lunak untuk mengamati kinerja jaringan internet . Adapun perangkat yang dapat digunakan adalah tool seperti Hping, Nessus, dan SNORT.
Snort
- Bekerja pada berbagai sistem operasi
- Snort adalah software free dan merupakan open source network security
tool
- Merupakan packet sniffer untuk intrusion detection
- Bekerja secara real time
Hping
Hping adalah sebuah TCP/IP assembler yang dapat melakukan:
• Port scanning
• Network testing,
• Mengetes firewall
• Traceroute, dll
Program hping merupakan software free dapat didownload pada situs
www.hping.org
Fungsi-fungsi Hping
- Hping statistic
Dapat mengetahui jumlah data yang ditransmisikan dan yang diterima
Mengetahui round time trip.
- Inverse Mapping
Inverse mapping dilakukan untuk mengetahui host yang aktif atau tidak.
Mekanismenya adalah dengan mengirimkan paket TCP. Jika mendapat respon “ICMP
host unreachable” maka dapat disimpulkan bahwa IP address tujuan tidak aktif,
jika tidak ada respon berarti host tersebut aktif. Dengan menscan port host
tujuan, dapat diketahui port yang terbuka. Mekanismenya dengan mengirim paket
TCP dengan flag SYN on ke target host yang ingin discan portnya. Jika port target membalas dengan flag SA maka port
tersebut terbuka sedangkan jika port target membalas dengan flag RA maka port
tersebut tertutup.
- Iddle Scanning
Idle Scanning merupakan cara dalam scanning port dimana host tujuan tidak
akan mengetahui alamat IP kita yang sebenarnya.
- Nessus
Nessus adalah program yang berfungsi memonitor , kemudian menganalisa
kelemahan dari jaringan. Berikut ini adalah penjelasan tentang karakteristik
Nessus:
• NASL (Nessus Attack Scripting Language)
NASL merupakan cara penulisan program dengan bahasa yang mudah dan cepat.
• Plug-in architecture
Mekanismenya mudah jika ingin menambah parameter tes yang kita inginkan
• Dapat memeriksa banyak host secara bersamaan
b. Penggunaan Antivirus
Merupakan perangkat lunak yang merupakan program utility, Dimana mampu
mencegah atau memindahkan virus
Contoh : Norton Utility, Kaspersky dll
Salah satu cara untuk membatasi akses dan menjaga informasi dari pihak
yang tak berhak adalah dengan menggunakan teknik Enkripsi. Proses enkripsi
merubah format data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang
mempunyai kunci untuk membaca data tersebut sedang pihak lain tak akan bisa
membacanya dengan mudah.
Prosesnya enkripsi dapat diterapkan secara software atau hardware serta
gabungan hardware dan software sebagai
kuncinya.



Komentar
Posting Komentar