Mengapa masalah database security menjadi penting?
Karena basis data merupakan salah
satu komponen yang penting dalam sistem informasi. karena merupakan media utama
dalam menyediakan informasi kepada user. Alasan lain, adalah karena menyangkut
informasi yang tersimpan dari sebuah sistem atau organisasi pada media simpanan
data itu sehingga sangat penting sekali untuk dijaga keamanannya dari
penggunaan orang yang tidak memiliki otoritas.
Sumber : https://www.opensourceforu.com/
Pengertian Database Security
Keamanan data atau data security
adalah sebuah prosedur dengan dukungan dari regulasi dan teknologi untuk
melindungi data dari perusakan data, modifikasi data, serta penyebaran data
baik yang disengaja maupun tidak.
Keamanan database tidak hanya
berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian
lain dari sistem database, yang tentunya dapat memengaruhi database tersebut.
Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak,
dan data.
Agar memiliki suatu keamanan
yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk
mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database.
Seorang administrator-lah yang memegang peranan penting pada suatu sistem
database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan
pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu sistem database.
Tujuan Keamanan Database
Tujuan dari kemanan database itu
sendiri dapat dilihat dari tiga aspek, yakni :
- Secrecy/Confidentiality →
Informasi tidak boleh diungkapkan kepada pengguna yang tidak sah. Contoh, e-mail seorang
pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
- Integrity → Informasi tidak
boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi, keaslian pesan yang dikirim
melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak
dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut.
Contoh, isi e-mail di intercept di tengah jalan kemudian diubah
isinya, dan diteruskan ke alamat yang dituju.
- Availability → Pengguna yang
terdaftar tidak boleh ditolak akses. Sebagai contoh, user yang ingin
ingin mengedit isi e-mail harus diizinkan untuk melakukannya.
Perubahan paradigma
personal-computer menjadi shared computer
Awalnya sebuah komputer disebut PC
(Personal Computer), namun seiring dengan perkembangan bidang jaringan
komputer, maka sebuah komputer tidak tepat lagi disebut PC, melainkan
shared-computer.
Shared-computer adalah komputer yang saling dikoneksikan satu dengan yang lain,
sehingga user bisa saling berbagi informasi (shared-resources), yang membentuk sebuah
Local Area Network (LAN). Dengan adanya LAN (computer networks) akan mempercepat user
untuk melakukan akses ke basis data.
Basis Data yang berada pada komputer dihubungkan ke jaringan komputer agar
proses sharing[1]information dapat
berjalan. Dengan demikian, user dapat mengakses informasi yang diinginkan ke
basis data dari mana saja dan kapan saja.
Klasifikasi Keamanan Basis Data
Klasifikasi Keamanan Basis Data
dapat dilihat sebagai berikut :
- Keamanan yang bersifat fisik
(physical security), yaitu yang berdasar pada aspek fisik
perangkat. Misalkan ruang server, kunci komputer, kartu
elektronis.
- Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), yaitu user yang diberi
labelling untuk privillege akses pengguna.
- Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi, yaitu bagaimana agar
prosedur penyimpanan lebih aman, begitu juga pada media yang digunakan dan teknik untuk mengamankan data tersebut.
- Keamanan dalam operasi, yaitu menyusun mekanisme pengoperasian user agar
terkontrol sehingga dapat diantisipasi kesalahan yang terjadi saat penyimpanan dan
pengambilan data.
Beberapa aspek untuk mendukung
Keamanan Basis Data dapat dilihat sebagai berikut :
- Network security, memfokuskan
kepada saluran pembawa informasi serta sistem yang terintegrasi kepadanya.
- Application security, memfokuskan kepada aplikasi itu sendiri.
- Computer security, memfokuskan kepada keamanan dari komputer yang digunakan,
khususnya hardware pada komputer
tersebut.
Adapun aspek kehandalan terhadap
Keamanan Basis Data ditentukan dari aspek berikut :
- Privacy / confidentiality
Seperti bagaimana memproteksi data bersifat pribadi yang sensitif
- Integrity
Tindakan bagaimana agar informasi tidak berubah tanpa ijin
Khususnya melakukan proteksi
terhadap serangan: spoof, virus, trojan horse.
- Authentication (otentikasi)
Artinya, tindakan otentifikasi dilakukan untuk meyakinkan keaslian data,
sumber data yang diakses user yang mengakses data.
- Availability
Artinya, informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan, dengan
menghindari server dibuat hang, down, crash.
- Non-repudiation
Artinya, menghindari akses-user agar tidak dapat menyangkal bahwa telah melakukan transaksi.
- Access control
Artinya, dengan adanya access control,ada sebuah mekanisme yang
digunakan untuk mengatur user dan akses yang dilakukan oleh user.
Klasifikasi File (arsip)
Proses klasifikasi file merupakan hal mendasar dalam keamanan database.
Beberapa klasifikasi utama antara lain :
o Master File (File Induk)
o Transaction File (File Transaksi)
o Report File (File Laporan)
o History File (File Sejarah)
o Backup File (File Salinan)
Jenjang level data pada basis data sebagai berikut :
1. Bit, artinya unit data
yang terkecil dan terdiri dari biner 1 atau 0.
2.Byte, artinya suatu kelompok yang terdiri dari beberapa bit yang
menggambarkan satu angka,karakter atau simbol lainnya.
3. Field, artinya kelompok karakter, angka atau simbol-simbol menjadi
suatu kata, kelompok huruf atau kelompok angka.
4. Record, artinya kelompok dari suatu field.
5. Arsip (file), artinya kelompok dari record yang mempunyai tipe yang
sama.
6. Database artinya kelompok dari arsip-arsip yang berhubungan.
Serangan (attack) Terhadap Basis
Data
Jenis-jenis serangan (attack)
sebagai berikut :
a. Interruption, yaitu penghentian sebuah proses yang sedang berjalan.
b. Interception yaitu menyela sebuah proses yang sedang berjalan.
c. Modification yaitu mengubah data tanpa ijin dari pihak otoritas.
d. Fabrication yaitu serangan yang bersifat destruktif berupa perusakan
secara mendasar pada sistem utama.
Beberapa cara untuk menjaga
keamanan basis data sebagai berikut :
- Penentuan perangkat lunak Basis
Data Server yang handal.
- Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak mengakses, serta
memanipulasi data- data yang ada.
Beberapa penyalahgunaan basis data
diantaranya sebagai berikut :
- Tidak disengaja, misalnya
kerusakan selama proses transaksi, ganguan dalam akses database, kesalahan
pendistribuasian data pada beberapa komputer, logika error yang
mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan, konsistensi database.
- Disengaja oleh pihak yang tidak
ada otoritas, seperti misalnya:pengambilan data / pembacaan data,pengubahan
data, penghapusan data.
Tingkatan entitas pada Keamanan
Basis Data, dapat dilihat sebagai berikut :
- Physical,yaitu lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman
secara fisik terhadap serangan apapun.
- User,yaitu wewenang user harus ditetapkan dengan berhati-hati untuk
mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh user lain yang otoritas.
- Sistem Operasi,yaitu kelemahan entitas ini memungkinkan pengaksesan data oleh
user tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem basis- data
berjalan secara on-line.
- Sistem Basisdata,yaitu pengaturan hak pengguna yang baik.
Alasan mengapa dibutuhkan otoritas
pada keamanan basis data, yaitu:
- Pemberian wewenang atau hak
istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem basis data.
- Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses serta bagaimana user
menggunakannya.
- Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan
membuat user account.
Untuk pengamanan pada Basis Data Relasional dilakukan beberapa level seperti
relation, view, insert authorization, insert authorization, update
authorization, delete authorization, index authorization, resource
authorization, alteration authorization, drop authorization.
Back-up Data dan Recovery
Backup merupakan tindakan yang
memproses secara periodik untuk mebuat duplikat dari basis-data dan melakukan
logging-file (atau program) ke media penyimpanan eksternal. Sedangkan Recovery
merupakan (pemulihan) upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang
dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan sistem.
Terdapat tiga jenis tindakan
pemulihan, sebagai berikut :
1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
2. Pemulihan terhadap kegagalan media
3. Pemulihan terhadap kegagalan sistem
Beberapa fasilitas pemulihan pada
DBMS (Database Management System) sebagai berikut :
1. Mekanisme back-up secara periodik
2. Fasilitas logging (log-book) dengan membuat track pada tempatnya saat
transaksi berlangsung dan pada saat
database berubah.
3. Fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
Komentar
Posting Komentar