Whois

Apa sih itu Whois?

Sumber : papaki.com

Whois sering dikira akronim dari who is. Padahal sebenarnya Whois lebih mengarah pada pertanyaan, “Who is the owner responsible for a domain name or IP address?” (Siapa pemilik yang bertanggung jawab pada nama domain dan IP address ini?) 

Sederhananya, Whois adalah layanan internet yang memberikan informasi tentang sebuah domain. Informasi ini sering disebut whois record atau data whois. Informasi itu meliputi nama lengkap pemilik, alamat, nomor telepon, email, dan sebagainya. 

 

Apa saja fungsi Whois?


Selain untuk mengetahui data registrasi dari domain tertentu, Whois juga berfungsi untuk menjaga kestabilan dan keamanan internet. Terutama ketika menyediakan informasi tentang pemilik suatu domain

  • Informasi Kontak

Di tiga bagian ini informasinya seputar: nama pendaftar/admin/teknisi, nama organisasi, alamat rumah, nomor telepon, email, dan fax.

  • Informasi registrar

Untuk bagian ini, informasinya berbeda. Berisi nama Whois servernya, URL, registrar, IANA ID, Abuse contact phone, dan Abuse contact email. 

  • Kontak Billing

Informasi ini berisi tentang tagihan dan pembayaran yang telah dilakukan dalam pembelian dan pendaftaran sebuah domain. 

  • Status

Informasinya berisi tentang status-status domain. Apakah updated (sudah diperbarui), prohibited (terlarang untuk user yang tidak terotorisasi), deleted (dihapus). Lengkap dengan URL status dari ICANN.

  • Tanggal Penting

Berisi informasi seputar tanggal update, tanggal domain dibuat, tanggal domain didaftarkan.

  • Nama Server

Sedangkan untuk bagian nama server. Informasi yang tercantum hanya URL server domain.


Cara menggunakan Whois


Ada beberapa cara berbeda dalam menggunakan Whois. Dulu, menggunakan aplikasi tatap muka command line memang cara yang populer. Namun sekarang, tool berbasis web lebih banyak digunakan karena prosesnya yang lebih simpel.

1. Menggunakan Tool Whois Lookup di Website

ICANN telah membuat pencarian data Whois (Whois Lookup) lebih mudah. Untuk mulai melakukan pencarian, Anda hanya perlu ke salah satu website yang memiliki layanan/tool Whois Lookup. Kemudian enter nama domain yang ingin Anda telusuri, dan klik “Lookup”.

2. Menggunakan Command Line di Komputer Anda Sendiri

Bukanlah hal yang mustahil mengganti layanan pihak ketiga dengan Command Line Whois di komputer Anda sendiri. Contohnya, jika Anda menggunakan sistem operasi Windows, Anda bisa memakai  Windows Command Prompt. Ketik whois -v diikuti nama domain. Misalnya, whois -v example.com

ika Anda menggunakan OS Linux, Anda bisa memanfaatkan Linux’s Lookup command. Lalu ketik  whois dan sambung dengan nama domain. Misalnya whois example.com. Cara yang sama juga berlaku untuk pengguna MacOs. Anda bisa membuka Whois query di Mac Anda, lalu ketik misalnya whois example.com.  

3. Menggunakan Pencarian Whois IP 

Sangat mungkin untuk menemukan siapa yang mengontrol sebuah IP address. Caranya yaitu dengan menggunakan tool berbasis browser untuk menemukan data kontak dan lokasi geografi IP pemilik. Untuk melakukan pencarian IP, Anda hanya perlu mengetik IP address ke dalam kotak pencarian di IP Lookup. Jika pemilik tidak menggunakan WhoisGuard, maka hasilnya akan ditampilkan. 

Berikut 5 domain/website yang unik (tidak banyak dikenal publik) yang akan dicek status dan kepemilikan domainnya menggunakan Whois :

1. Babastudio.com

Pada web who.is


Pada Command Line Interface


2. Anakjajan.com

Pada web who.is


Pada Command Line Interface

3. Inipasti.com

Pada web who.is

Pada Command Line Interface

4. Akudigital.com

Pada web who.is

Pada Command Line Interface


5. Football5star.com

Pada web who.is

Pada Command Line Interface


Analisa 

  • Perbedaan dari penggunaan fitur whois terletak pada hasil pengecekan websitenya, dimana jika kita melakukan pengecekan secara online pada website who.is maka hasil dari pengecekan menampilkan semua detail dari website tersebut, sedangkan jika kita menggunakan CLI dari Windows maka hasil pengecekan tidak terlalu mendetail.
  • Ada beberapa domain yang dapat diakses dan tidak dapat diakses baik itu melalui website who.is maupun melalui CLI dari Windows.
  • Dapat dilihat ketika kita melakukan pengecekan domain .id pada CLI dari Windows maka kita tidak dapat melakukan pengecekan, beda ketika kita melakukannya pada website who.is, pengecekan dari website berdomain .id dapat dilakukan.
  • Ketika kita melakukan pengecekan baik itu melalui website maupun CLI maka diharuskan terkoneksi dengan internet.


Kesimpulan

Whois Domain berasal dari kata whois sendiri adalah perpaduan dari ‘who’ dan ‘is’, yaitu suatu proses permintaan data ke database domain perihal detail suatu domain. Minimal hasil whois akan menampilkan infomasi seperti: Kapan domain itu didaftarkan, kapan expire, siapa pemilik domain, siapa administrator domain, name server yang digunakan, ip server yang digunakan dalam meng’host’kan domain tsb. dll.

Sistem whois berasal sebagai direktori online yang mirip dengan 'Yellow Pages'. Dari ini, itu dikonversi menjadi alat yang dapat digunakan administrator sistem untuk mencari alamat IP atau administrator Nama Domain lainnya.

Ini membantu dalam beberapa cara, termasuk mendukung keamanan dan stabilitas Internet dengan menyediakan titik kontak untuk operator dan administrator jaringan.

Sumber daya nomor Internet harus terdaftar dengan benar dan akurat untuk memenuhi tujuan kebijakan pengalamatan yang digariskan oleh IANA (the Internet Assigned Numbers Authority).

Registrasi penggunaan sumber daya yang akurat ini adalah peran penting yang diperlukan IDNIC dalam pengoperasian Internet.

Komentar